Kesialanmu
Kita putus sajalah. Aku tak sanggup jadi pacarmu. Kamu tak salah, kamu hanya sial saja. Seharusnya kamu mendapatkan barang bagus, tapi kamu terlena dengan penampilan luar. Kamu tak salah. Hanya tak tahu akan mendapatkan barang sial seperti aku. Barang gagal seperti aku. Memang kamu sudah mencermati dengan teliti. Kekurangan dan kelebihanku. Tapi itu di luar saja. Di dalam, aku rusak serusaknya. Tak ada hati, bagaimana bisa membalas cintamu? Aku capek menjadi begini. Kamu tak paham dan usahamu untuk memahami itu membuatku sedih. Tak sepantasnya kamu berusaha untuk memahamiku. Itu tugasku untuk memahami diriki sendiri. Maaf, cintaku hanya sesaat. Aku bahkan tak tahu cinta itu palsu atau bukan.
Kita putus saja. Demi kebaikanmu. Supaya kamu terhindar dariku. Aku tak sanggup mengurus kamu. Aku saja tak bisa mengurus diriku sendiri, bagaimana pula mengurus kamu. Aku tak mampu. Carilah orang yang lebih mampu. Aku kasihan padamu yang kuabaikan. Yang ditelantarkan oleh hati tak mampu ku. Tak sepantasnya cintamu diabaikan begitu saja.
Namun, aku pun tak kuasa, sayang. Aku tak kuasa untuk memberikan apa yang kamu mau. Aku tak tahu harus apa walaupun aku tahu sebaiknya kita putus saja. Demi kamu. Bukan demi aku. Aku takkan kemana-mana, hanya berjalan di tempat saja. Sementara kamu, kamu bisa kemana saja. Berlabuhlah di hati yang pantas untukmu, cinta. Jangan maafkan aku. Benci lah aku semampumu. Bagaimana pun, aku pantas mendapatkannya.
Komentar
Posting Komentar