Persimpangan

Aku menjauhkan diri sejak lama. Hatiku menyadari bahwa pada suatu titik memang kita takkan sejalan. Sadarkah engkau? Aku tak tahu. Aku terlalu melebur pada keluh kesah dunia daripada dirimu yang hanya fokus pada cahaya. Sejujurnya, aku lebih suka terkubur dalam kegelapan dan memperhatikanmu dari bawahnya sementara aku tak bergerak dan tetap di situ saja. Kita berdua berlari ke arah yang lain, sedikit demi sedikit menjauh. Aku tak risau. 

Sungguh, tak risau. 

Aku terlalu mementingkan diri sendiri untuk mencoba menyelaraskan jalur denganmu. Tawaku palsu, sadarkah engkau? Aku tak tahu. Semua pembicaraan itu hanyalah omong kosong. Aku tak benar-benar peduli pada orang-orang di sekitarku. Manusia egois yang berinti iri dengki sepertiku ingin mengenyahkanmu dari hadapanku. Aku takut engkau menjadi musuhku. Aku takut marah padamu yang tak peka pada realita dunia. 

Mungkin kita sama-sama hanya mementingkan diri sendiri. 

Komentar

Postingan Populer