Gumpalan Keresahan yang Menyumbat
Berbagai hal tidak berakhir seperti yang kuusahakan. Hal-hal tidak berubah menjadi lebih baik. Dan aku penasaran, apakah garis besar hidup akan seperti ini terus?
Pembuluh darah vena di punggung tanganku warnanya hijau. Mengakar lurus ke arah jari-jariku. Dan aku bertanya-tanya, apakah artinya? Lalu kutanyakan padanya apakah itu artinya garis hidupku lurus-lurus saja? Kuharap lurus dalam hal yang baik. Tidak menyimpang dari jalan yang Tuhan inginkan dan tawarkan. I hope I will never kill someone. If it ever happen, let me kill myself instead.
Aku ingin menangis akan keresahan yang terus bertumbuh di hati dan pikiranku. Aku berdoa kepadamu, Ya Allah, tenangkanlah kebisingan di kepalaku, tenangkanlah hatiku.
Aku marah pada hal-hal yang tidak bisa kuubah. Aku marah akan kesukaranku untuk membiarkan saja hal-hal diluar kuasaku. Aku sudah berusaha keras. Kurang kah? Mengapa selalu kurang? Kapan usahaku bisa memuaskan orang-orang. Aku yang kurang berusaha atau mereka yang memang takkan pernah mencapai tahap kepuasan?
Aku ingin hidup dalam mimpiku. Tempatku bisa menjadi apa saja dan puas dengan yang begini-begini saja. Salahkah aku jika begitu? Pasti salah. Orang-orang memutuskan bahwa kita jangan sampai puas dengan hanya begini saja. Orang-orang memutuskan agar kita mampu melewati batasan. Namun, haruskah begitu? Selalu begitu?
Aku tak sanggup terus-terusan menuruti tuntutannya, jika tiap tuntutannya datang bertubi-tubi. Ya sudah. Tak ada yang salah. Akulah yang salah. Akulah yang tidak berkompeten dan gagal memahami. Gagal melakukan seperti apa yang diinginkannya. Akulah manusia gagalnya.
Komentar
Posting Komentar